CEO Honda Kesulitan Sebutkan Manfaat Merger dengan Nissan
CEO Honda, Toshihiro Mibe, tampak kesulitan mengartikulasikan manfaat potensial dari merger dengan Nissan. Dalam sebuah wawancara, Mibe ditanya tentang kemungkinan penggabungan kedua perusahaan Jepang tersebut. Alih-alih memberikan jawaban yang jelas, ia malah berfokus pada skala ekonomi sebagai satu-satunya keuntungan yang nyata. Ia menyatakan bahwa perusahaan yang lebih besar dapat mencapai skala ekonomi, namun tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana hal ini akan menguntungkan Honda secara khusus jika bergabung dengan Nissan.
Tanggapan Mibe menimbulkan pertanyaan tentang seberapa serius Honda mempertimbangkan merger tersebut. Keengganan atau ketidakmampuannya untuk menguraikan manfaat spesifik menunjukkan kurangnya perencanaan atau bahkan minat yang nyata terhadap gagasan tersebut. Hal ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya dari eksekutif Nissan yang lebih terbuka terhadap kemungkinan kolaborasi.
Jawaban Mibe yang ambigu juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri otomotif saat ini. Di tengah pergeseran menuju kendaraan listrik dan teknologi otonom, banyak pabrikan mencari peluang untuk berbagi biaya pengembangan dan meningkatkan daya saing. Namun, menemukan mitra yang tepat dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan terbukti sulit. Dalam kasus Honda dan Nissan, tampaknya masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai sinergi dan tujuan strategis dari potensi merger.

Artikel